Cirendeu- Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) terus ikut mendorong gerak ekonomi tanah air melalui program-programnya. Termasuk melalui program pengembangan kewirausahaan berkerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti).

 

Ketua Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (PIBK) UMJ, Jaharuddin S.E., M.E., mengatakan, pihaknya tengah menjalani program pengembangan kewirausahaan yang bertujuan melahirkan wirausaha dikalangan mahasiswa tersebut. PIBK, kata Jaharuddin, saat ini sudah mengantongi 20 proposal usaha yang dibuat mahasiswanya. Jumlah itu merupakan hasil seleksi dari 80 proposal usaha yang terkumpul sejak Maret 2018 lalu. 

 

PIBK sebelumnya memberikan melatih dan pemahaman kepada mahasiswa peserta program. Mereka kemudian membuat rumusan ide usaha yang dituangkan dalam bentuk proposal, dan melanjutkan dengan mempresentasikannya di hadapan PIBK. 

 

Jaharuddin mengatakan, proposal usaha yang lolos seleksi memiliki dua kriteria. Pertama, ada ide inovasi dalam proposal usahanya, Kedua, pada individunya memiliki soft skill, yaitu pengusaha yang punya karakter moral jujur, nilai-nilai Islam yang kuat, dan karakter kerja yang baik dan inovatif.

 

“Pengusaha yang masuk kriteria akan dibina oleh dosen yang mempunyai kecakapan wirausaha, dan akan diberikan modal secara bertahap,” kata Jaharuddin, Sabtu, 15 September 2018.

 

Jaharuddin menjelaskan 20 proposal usaha yang lolos seleksi yakni, Usaha Backdrop/Photoboth Bunga Kertas, makanan Sambal Rasa-Rasa (SAMBARA), Badan Usaha Milik Mahasiswa ‘Toko Mahasiswa’, Minuman Sehat, Bir Pletok Jaman Now, Usaha Cake, Kerajinan Tangan Ondel-Ondel Shutlecock, Makanan Hotdog Kentang, Indah Store, Miniatur dari Korek Gas Besar, Kuliner Ayam Bengeks, Event Project, Konveksi Sablon (usaha UMKM), Smart Design, Tas Haji Serba Guna, Tanaman Hidroponik, Staples Kancing, Ternak Lele Sangkuriang, Kuliner Dapur Lamongan dan Daans Bimbel.

 

PIBK sendiri merupakan lembaga yang berkerjasama dengan Kemenristekdikti dalam Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK). Konsepnya dengan melakukan proses inkubasi terhadap para wirausahawan atau calon wirausahawan. Program ini bertujuan mengembangkan usaha baru yang mempunyai nilai ekonomi dengan daya jual tinggi.

 

“Mereka sudah mulai menjalankan usaha, dan mereka sedang kita bimbing untuk ketahap selanjutnya. Jadi, dari yang tidak punya usaha sekarang punya usaha, yang sudah punya usaha bisa mengembangkannya lagi,” Ujar Jaharuddin, yang menjelaskan lembaga PIBK telah berdiri sejak 30 September 2017.

 

20 mahasiswa wirausaha yang lolos seleksi saat ini sedang menjalankan usaha mereka dengan bimbingan PIBK. Terbuka kemungkinan Jumlah wirausahawan baru itu akan terus bertambah.

 

Jaharuddin melanjutkan, tujuh dosen FEB UMJ terjun langsung menjadi pembimbing dan membina mahasiswa dalam memulai usaha bisnis itu. Ketujuhnya merupakan bagian dari 20 dosen UMJ yang aktif di PIBK. 

 

“Dosen yang dipilih menjadi pembimbing memiliki kemampuan wirausaha. Karena kita ingin membangun pengusaha maka dosen yang juga praktisi penting. Misalnya sang dosen punya pengalaman pahit getirnya usaha, untungnya bagaimana dan ruginya bagaimana, dan itu menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa peserta program wirausaha PIBK,” ujar Jaharrudin, 

 

Tujuh Dosen FEB UMJ yang ikut menjadi pembimbing yakni Rony Edward Utama SE, MM.,  Jaharuddin, SE, ME., Nor Lailla SE, MM., Joko Hananto ST, MM., Sunarti S.E. M.M., Nur Asni Gani S.Sos, MM., dan Diana Hasan S.E,. M.M. 

 

 

 

Reporter: Muflih Murtadla
Pj. Editor: Wadek III, Sulhendri SE., MSi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *