Ketua Ikatan Alumni Magister Akuntansi ( IKALUM MAKSI) FEB UMJ, Luqman Hakim CPA., CA., berbagi tips cara membaca laporan keuangan di Radio Smart FM. Luqman berbagi tips dalam kapasitasnya yang juga akuntan publik. Luqman menerangkan soal pentingnya laporan keuangan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

 

Berikut penjelasan lengkap Luqman saat diwawancarai radio Smart FM, Rabu, 7 Maret 2018 pukul 07.00-08.00 WIB.

 

Smart FM: Apa sich pentingnya laporan keuangan bagi UMKM ? 

Luqman:

Arti penting laporan keuangan adalah memberikan informasi berupa foto/potret dari kegiatan UMKM yang berupa:

a. Informasi posisi keuangan dan kinerja keuangan bagi pengguna (misal kreditor dan investor) dalam pengambilan keputusan ekonomi.

b. Pertanggungjawaban manajemen/pengelola atas sumber daya (asset) yang dipercayakan kepadanya.

Menyediakan Informasi keuangan kegiatan UMKM untuk keperluan pengelola usaha (internal) dan pemilik, pemerintah, kreditor dan pihak-pihak yang berkepentingan (eksternal).

 

Smart FM: Apa saja yang disajikan dalam laporan keuangan bagi UMKM? (tentu lebih sederhana dibanding perusahaan besar) 

 

Luqman :

Tentu lebih sederhana bila dibandingkan perusahaan besar karena terkait besaran kekayaan dan besaran nilai penjualan dalam periode 1 tahun.

Secara garis besar yang disajikan dalam laporan keuangan adalah potret usaha melalui angka yang jelas karena terukur yang sekurang-kurangnya menginformasikan :

a. Bagaimana kondisi usaha yang sedang berjalan, baik atau kurang baik pada periode tertentu.

b. Bagaimana kekayaan usahanya pada akhir bulan atau akhir tahun serta trend bila dibandingkan periode sebelumnya (memberikan gambaran prospek kedepan).

c. Bagaimana cara peningkatan kekayaan atau asset yang diperoleh.

 

Smart FM: Kenapa pemilik UMKM perlu mengerti laporan keuangan ?  buat apa toh usahanya jalan dan menguntungkan kok ? bisa membiayai hidup dan keluarganya. 

 

Luqman :

Terkadang pemilik UMKM, merasa tidak perlu laporan keuangan, karena sudah merasa yakin dengan labanya sekian persen, tapi terkadang ada yang terlupakan seperti: biaya penyusutan mesin, peralatan, kendaraan dan sewa tempat. Tanpa sadar tidak bisa memperbarui mesin, peralatan, kendaraan maupun perpanjangan sewa untuk usaha.

Dengan mengerti laporan keuangan pemilik UMKM dapat melakukan :

a. analisa bisnis melalui angka (terukur)

b. Perluasan/duplikasi bisnis lebih mudah karena punya data

c. Mendapat investasi /pinjaman.

d. Menilai kinerja UMKM.

e. Mempermudah pemenuhan kewajiban perpajakan

 

Smart FM: Yang disebut laporan keuangan itu apa saja? Apakah hanya laba rugi atau ada yang lain (Neraca dan arus kas). 

 

Luqman :

Teorinya laporan keuangan yang lengkap terdiri dari 5 (lima) dan pelaku UMKM sekurangnya per bisa membaca laporan keuangan yang berupa :

a. Laporan Laba Rugi

b. Arus Kas

c. Neraca

Masing-masing dapat diberikan penjelasan singkat

 

Smart FM: Bagaimana cara efektif membaca dan memahami laporan keuangan, terlebih jika kita sudah memiliki staf atau sudah punya aplikasi sehingga menghasilkan laporan keuangan. Terutama adanya istilah dalam laporan keuangan.  Bisa dijelaskan istilah-istilah dalam laporan keuangan dulu? 

Laba atau rugi kan jelas, kenapa harus kenapa harus dibuat laporannya segala? 

Dari kas kan kita sudah tahu laba atau rugi? 

Kenapa kita perlu tahu arus kas? 

Apa pentingnya tahu neraca? 

 

Luqman :

Terkait Laba Rudi :

Laba Rugi sederhananya adalah: Pendapatan-Biaya

Pendapatan adalah: Nilai Rp penjualan barang atau jasa

Biaya adalah: Nilai Rp untuk mendapatkan/memproduksi barang atau jasa (Harga Pokok Penjualan)

Biaya operasional, untuk mendukung dalam rangka mendapatkan Pendapatan

Biaya Gaji

Biaya Sewa tempat usaha

Biaya Penyusutan Mesin

Biaya Penyusutan Kendaraan

Biaya Bunga (apabila pinjam dana dari perbankan)

Terkait istilah arus kas :

Sering terjadi Laporan Laba/Rugi menunjukkan Laba tetapi tidak ada uang/sering kesulitan uang.

Bahkan ada barang yang diretur/dikembalikan.

 

Smart FM: Bagaimana cara membaca arus kas ? 

 

Luqman :

Arus kas (cash flow) terdiri dari: Operating Cash Flow, Investment Cash flow dan Financing Cash Flow

Operating cash flow, contohnya :

Penerimaan penjualan tunai

Penerimaan uang tunai dari piutang

Pengeluaran untuk Pembelian tunai

Investment cash flow, contohnya :

Penerimaan Jual aset

Pengeluaran beli aset

Financing cash flow, contohnya :

Penerimaan pemodal dari pemilik

Penarikan modal oleh pemilik

 

Smart FM?

 

Luqman :

Dari neraca dapat diperoleh sebagai berikut :

Apakah bisnis berkembang dari tahun ke tahun

Bagaimana usaha menghasilkan laba ruginya : secara cash atau piutang

Dari mana aset bertamabah dari laba, modal atau hutang

 

Smart FM: Apa kriteria mudah untuk tahu kondisi keuangan usaha kita sehat atau tidak ? 

 

Luqman :

UMKM dapat dikatakan memiliki kondisi keuangan yang sehat apabila:

Memiliki kas yang cukup untuk operasional

Memiliki kas yang cukup untuk membayar hutang

Memiliki persedian barang yang memadai untuk diputar sebagai kegiatan usaha

Memiliki sarana dan fasilitas untuk operasional

Kondisi keuangan yang sehat akan mendukung operasional lain.

 

Wawancara Smart FM bersama Luqman Hakim yang juga alumni program studi Akuntansi  FEB UMJ itu berlangsung dalam acara Radio Talkshow dengan topik Seri UMKM Cerdas Finansial “Cara Baca Laporan Keuangan.” Selain Luqman, talkshow itu juga menghadirkan pembicara lain yakni Founder Financial Wisdom dan Penulis Buku, Eko P. Pratomo, dan praktisi keuangan syariah Mohammad B. Teguh.

 

 

Reporter: Muflih Murtadla

Pj Editor: Wadek III, Sulhendri SE., MSi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *