FEB UMJ memberlakukan kurikulum revisi 2018 yang sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti). Langkah itu sebagai upaya meningkatkan kompetensi pada program studi yang dimiliki.

 

Wakil Dekan I, Bidang Pendidikan, Liza Nora, SE. MM., mengatakan pemberlakuan kurikulum sesuai KKNI itu didasari Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristedikti) Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. “Insya Allah akan memberlakukannya di semester ganjil besok 2018-2019,” kata Liza, Sabtu, 27 Januari 2018.

 

Liza mengatakan, kajian atas kurikulum 2018 berbasis KKNI ini dilakukan keluarnya Permenristedikti Nomor 44 Tahun 2015. Namun, Tim Kurikulum FEB UMJ, melakukan kajian mendalam sejak satu tahun terakhir. “Sekitar setahun, sejak bulan maret. Memang, perubahannya tidak merubah total. Hanya menyesuaikan dengan aturan ini. Kurikulum yang lama kita transformasi menjadi kurikulum yang sekarang berlaku, ada yang berubah ada yang tetap sama,” tandasnya.

 

Kurikulum 2018 berdasar KKNI ini, lanjut Liza, disajikan sesuai rencana profil yang dituju. Mata kuliah yang diberikan ke mahasiswa akan mendukung terbentuknya kompetensi lulusan. “Artinya, bila profilnya menjadi wirausaha berarti mahasiswa harus dibekali dengan mata kuliah tentang kewirausahaan,” ujarnya.

 

Liza berharap kurikulum yang baru ini bisa terus menciptakan mahasiswa FEB UMJ menjadi lulusan yang terampil dan siap terjun di tengah masyarakat. “Pada dasarnya perubahan ini untuk kemajuan ke depan, untuk kemajuan lulusan kita,” tutup Liza.

 

 

 

Reporter: Muflih Murtadla

Pj Editor: Wadek III, Sulhendri SE., MSi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *