Hubungan Antara Zakat dan Upaya Menanggulangi Kemiskinan di Indonesia

Hubungan Antara Zakat Dan Upaya Menanggulangi Kemiskinan Di Indonesia

By Dr. Dyarini.,SE.M.Si.

"Zakat" means growing because treasure  zakat will not be reduced even grown rapidly and become a source of blessing of the asset. Zakat can cleanse  some body  from impurities  miserly, cultivate his property both material and immaterial, generate equality between the servants of God, as a concern form of the rich  to those who deserve the "voice" of Muslims. Zakat has a very important position in Islam. God prescribed zakat as cleaning property and soul, as  a manivestation of  our worship to Him, as well as most of our caring for each other. The Islamic economics  not only serves as an alternative economic system but also is more solution-for a variety of economic issues. The relation to zakat,  it’st implementation is not only pure but also relates to the government's efforts to accelerate efforts to reduce poverty.


Keywords: Zakat, cleaning property,  muslims  obligation, poverty alleviation

 

“Zakat” berarti tumbuh berkembang karena harta yang dizakati tak akan berkurang bahkan berkembang pesat dan menjadi sumber keberkahan dari harta tersebut. Zakat dapat membersihkan hati penunainya dari kotoran kikir, menumbuh kembangkan hartanya baik secara materi maupun immateri, membangkitkan kesetaraan antar hamba Allah, sebagai bentuk kepedulian yang kaya kepada yang berhak menerimanya yang buah akhirnya adalah satunya “suara” kaum muslimin. Zakat memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Allah mensyariatkan zakat sebagai pembersih harta serta pensuci jiwa, sebagai manivestasi ibadah kita kepadaNYA, dan juga sebagai bentuk kepedulian kita terhadap sesama. Ekonomi Islam (ekonomi syariah) tidak hanya berfungsi sebagai sistem ekonomi alternatif tetapi juga lebih bersifat solutif bagi berbagai permasalahan perekonomian. Adapun kaitannya dengan zakat, implementasi zakat bukan hanya murni masyarakat tetapi juga berkaitan dengan usaha  pemerintah untuk mempercepat upaya menanggulangi kemiskinan.

Kata kunci : Zakat,  pembersihan harta, kewajiban umat muslim, penanggulangan kemiskinan