UMJ Dilirik Sejumlah Kampus Internasional Jadi Mitra Kerja

(Rektor UMJ, Prof. Dr. H. Syaiful Bakhri, SH. MH.)

 

Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) siap menghadapi masuknya universitas internasional beroperasi di Indonesia. UMJ optimis dengan perkuatan prinsip-prinsip keilmuan yang selama ini telah dilakukan. Sejauh ini, bahkan, sejumlah universitas internasional  melirik UMJ menjadi mitra kerja di tanah air.

"Universitas asing yang sudah melirik kita adalah Monash University  dan yang lain-lain," ujar Rektor UMJ, Prof. Dr. H. Syaiful Bakhri, SH. MH. disela acara Konferensi Nasional ke-7 Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah (APPPTM) se-Indonesia di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UMJ), Jumat, 23 Maret 2018.

Sejumlah kampus internasional berencana beroperasi di Indonesia menyusul kebijakan pemerintah membuka keran masuknya kampus asing swasta beroperasi di tanah air. Kebijakan tersebut diambil selain untuk meningkatkan layanan pendidikan tinggi, tapi juga terkait era revolusi industri 4.0. 

 

Syaiful mengatakan penguatan keilmuan yang dilakukan UMJ bersama Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) lainnya antara lain dengan serius mengelola dan mengembangkan program Pascasarjana Strata 2 (S2), maupun program Doktor Strata 3 (S3) dan bukan hanya memperhatikan program sarjana Strata 1 (S1) saja.

"Dengan kuatnya Universitas Muhammadiyah yang berjumlah 173 (kampus) itu terutama yang ada program Pascasarjananya kita akan bisa berkolaborasi dengan universitas asing," ujar Syaiful.

 

Syaiful menjelaskan, UMJ sendiri kini memiliki 10 program studi S2 dan satu program studi S3. Tahun ini pun rencananya akan menyusul 3 program studi Doktor tambahan, yakni, Program S3 Ilmu Ekonomi dan Bisnis, Ilmu hukum, dan Ilmu Politik.

"Jika itu terealisasi maka semakin kuatlah program studi yang diharapkan untuk kelanjutan S1 untuk naik ke Pascasarjana cepat selesai, dan tidak perlu melirik fakultas lain," tandasnya.


Reporter: Muflih Murtadla

Pj Editor: Dr. Andry Priharta SE., MM